SAUDARA VERSUS PERDAUDARAAN

A caring community

Jika ada yang bertanya adakah kaitan antara saudara dan kebahagiaan, jawabannya mungkin akan mengagetkan

Anda, “Tidak ada kaitannya.” Saudara tidak akan membuat kita bahagia. Hal yang membuat kita bahagia adalah persaudaraan. Saudara adalah orang-orang yang terhubung dengan kita karena pertalian darah berdimensi fisik.

Sementara itu, persaudaraan adalah orang-orang yang terhubung dengan kita karena pertalian hati berdimensi spiritual. Jika menilik sejarah, banyak kejahatan yang dilakukan oleh saudara kepada saudaranya sendiri. Kisah pembunuhan pertama dalam sejarah umat manusia, antara Habil dan Oabil, dilakukan oleh saudara atas saudaranya sendiri. Begitu pula, dalam kisah konspirasi saudara-saudara Yusuf untuk melenyapkannya. Jika dalam kasus Habil dan Oabil berlaku kejahatan oleh saudara one on one, dalam kisah Yusuf yang terjadi adalah persekongkolan jahat oleh sesama saudara.

BACA JUGA: EMPAT HUTANG YANG WAJIB DISEGERAKAN

Kisah-kisah ini mengajarkan kepada kita bahwa saudara yang bertali secara darah (fisik) bisa menjadi musuh saat tidak ada pertalian hati (spiritual). Jika ada orang yang bukan saudara dan ia tidak menunjukkan persaudaraan kepada kita, kita bisa dengan mudah menghindarinya. Kita bisa memilih komunitas lain tanpa harus bertemu dengannya. Namun, akan lebih berat bagi kita jika yang tidak menunjukkan persaudaraan itu adalah saudara kita sendiri. Di sinilah kita perlu memaknai setiap kondisi yang kita hadapi agar tidak mengalihkan kita dari kebahagiaan.

Kepada mereka yang tidak menunjukkan persaudaraan, kita bisa memaknainya sebagai cara Allah SWT untuk menjadikan diri kita agar menjadi manusia yang lebih baik. Hilangnya rasa persaudaraan dari saudara kita, tidak boleh menjadi penghalang bagi kita untuk merasakan setiap momentum dalam hidup kita.

Lantas, apa yang dibutuhkan untuk memunculkan rasa persaudaraan, khususnya antara sesama saudara? Kata kuncinya adalah “connectedness,” rasa terhubung satu sama lain, rasa bahwa kita adalah satu tubuh. Pada saat ada bagian dari tubuh kita yang sakit, seluruh tubuh akan merasakannya. Demikian pula sebaliknya, saat bagian tubuh yang sakit itu pulih, seluruh tubuh merasakan kesegaran.

Sharing Sosial Media

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *