PERAN BAITUL MAAL TERHADAP PENGENTASAN KEMISKINAN

Coba bandingkan kas masjid zaman sekarang dengan zaman Umar r.a..

Suatu hari terjadi dialog antara Umar bin Khaththab dan Abdullah bin Argam (petugas baitul maal kala itu). Umar berkata, “Abdullah, bagikanlah aset baitul maal ke seluruh penduduk sepekan sekali ba’da shalat Jum’at. Jangan engkau sisakan sedikit pun. Bagikan sampai habis ke seluruh kaum Muslimin.” Thalhah yang turut hadir waktu itu turut menimpali, “Wahai Amirul Mu’minin, alangkah lebih baik jika engkau sisakan aset baitul maal ini, jangan engkau habiskan semua. Siapa tahu ada kebutuhan mendadak yang melanda kaum Muslimin, yang memerlukan kucuran dana dari baitul maal.”

BACA JUGA: CERITA SI UANG

Umar menjawab, “Itulah bisikan setan. Ia menakut-nakuti kita dengan kemiskinan, tetapi Allah SWT selamatkan aku dari bisikan itu dan takut kemiskinan itulah yang akan menjadi fitnah untuk kaum setelah aku. Tidak mungkin aku bermaksiat pada Allah SWT pada tahun ini (dengan tidak membagikan harta baitul maal) hanya karena takut akan kelaparan untuk tahun depan. Tidak, tidak mungkin. Aku hanya melakukan apa-apa yang telah dilakukan oleh Nabi Muhammad saw.”

Hari ini setan telah banyak menaklukkan kita hingga ketakutan akan kemiskinan hinggap di hati kaum Muslimin. Visi akhirat berubah menjadi visi dunia, berlomba-lomba menjadi budak harta. Seharusnya lantang kita katakan, “Bagaimana mungkin kita takut miskin, sedangkan kita memiliki Tuhan Yang Maha kaya.”

Sharing Sosial Media

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *