LELAH DALAM MENCARI NAFKAH

“Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya keterampilan kedua tangannya pada siang hari maka pada malam itu ia diampuni oleh Allah.”

(HR Ahmad)

 

Ilustrasi

Suatu ketika Nabi saw. dan para sahabat melihat ada seorang laki-laki yang sangat rajin dan ulet dalam bekerja. Seorang sahabat berkomentar, “Wahai, Rasulullah, andai saja keuletannya itu dipergunakannya di jalan Allah.” Rasulullah saw. menjawab, “Apabila ia keluar mencari rezeki karena anaknya yang masih kecil, ia di jalan Allah. Apabila ia keluar mencari rezeki karena kedua orang tuanya yang sudah renta, ia di jalan Allah. Apabila ia keluar mencari rezeki karena dirinya sendiri supaya terjaga harga dirinya, ia di jalan Allah. Apabila ia keluar mencari rezeki karena ria dan kesombongan, ia di jalan setan.” (alMundziri at-Targhiib wa at-Tarhiib).

Sungguh penghargaan yang luar biasa kepada siapa pun yang lelah bekerja mencari nafkah. Islam memandang bahwa usaha mencukupi kebutuhan hidup di dunia juga memiliki dimensi akhirat.

Bahkan, secara khusus Rasulullah saw. memberikan kabar gembira kepada siapa pun yang kelelahan dalam mencari rezeki, “Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan mencari rezeki pada siang harinya maka pada malam itu ia diampuni dosanya oleh Allah SWT.”

Subhaanallaah, tidak ada yang sia-sia bagi seorang Muslim, kecuali di dalamnya selalu ada keutamaan. Kelelahan dalam bekerja bisa mengantarkan meraih kebahagiaan dunia berupa harta, pada sisi lain ia mendapatkan keutamaan akhirat dengan terhapusnya dosa-dosa. Syaratnya, bekerja dan lelah. Bukankah ini bukti tak terbantahkan bahwa kelelahan ternyata nikmat yang luar biasa?

Sharing Sosial Media

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *