HOW TO TALK WELL

“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan, jika kamu berbuat jahat, (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri….

(al-Israa’: 7)

 

Ilustrasi

Memuat kisah tentang seorang petani yang menanam jagung unggulan dan sering kali memenangkan penghargaan petani dengan jagung terbaik sepanjang musim. Suatu hari, seorang wartawan dari koran lokal melakukan wawancara dan menggali rahasia kesuksesan petani itu. Wartawan ini menemukan bahwa petani itu membagikan benih jagungnya kepada para tetangganya.

“Bagaimana Anda bisa berbagi benih jagung dengan tetangga Anda lalu bersaing dengannya dalam kompetisi yang sama setiap tahun?” tanya wartawan dengan penuh rasa heran dan takjub.

“Tidakkah Anda mengetahui bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari jagung yang akan berbuah dan membawanya dari satu ladang ke ladang yang lain? Jika tetangga saya menanam jagung yang jelek, kualitas jagung saya akan menurun ketika terjadi serbuk silang. Jika saya ingin menghasilkan jagung kualitas unggul, saya harus membantu tetangga saya untuk menanam jagung yang bagus pula,” jawab petani.

Petani ini sangat menyadari hukum keterhubungan dalam kehidupan. Ia tidak dapat meningkatkan kualitas jagungnya jika ia tidak membantu tetangganya untuk melakukan hal yang sama.

Dalam kehidupan, mereka yang ingin menikmati kebaikan harus memulai dengan menabur kebaikan pada orang-orang di sekitarnya. Jika Anda ingin bahagia, Anda harus menabur kebahagiaan untuk orang lain. Jika Anda ingin hidup dengan kemakmuran, Anda harus berusaha meningkatkan taraf hidup orang-orang di sekitar Anda.

Anda tidak akan mungkin menjadi ketua tim yang hebat jika Anda tidak berhasil meng-upgrade masing-masing anggota tim Anda. Kualitas Anda ditentukan oleh kualitas orang-orang di sekitar Anda.

Orang cerdas sejatinya adalah orang yang mencerdaskan orang lain, begitu pula orang yang baik adalah orang yang berbuat kebaikan kepada orang lain. Apa yang kita tanam, itulah yang kita petik kelak. The law of unity.

Sumber: Ibnu Basyar, Menjadi bijak dan bijaksana; jilid II, Depok; Gema Insani, 2016. Hal. 34.

Sharing Sosial Media

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *