BERJUAL BELI DENGAN ALLAH

“Bagi Allah ada hamba-hamba-Nya yang dikhususkan melayani kebutuhan-kebutuhan orang banyak. Mereka berlindung kepadanya untuk memenuhi kebutuhan mereka. Orang-orang itulah yang aman dari adzab Allah.”

(HR Thabrani)

 

Ilustrasi

Dikisahkan ada seorang laki-laki yang merasakan sakit di sekitar jantungnya. Lalu, ia pergi ke London untuk memeriksakan sakitnya. Setelah melalui proses pemeriksaan yang cukup panjang, dokter spesialis jantung menjelaskan jika ada penyempitan di salah satu pembuluh jantungnya sehingga harus dilakukan operasi untuk melebarkan pembuluh jantungnya.

Sebelum dilakukan operasi, ia memohon untuk kembali ke negerinya dengan keperluan untuk bertemu keluarganya. Maka, laki laki tersebut pulang untuk bertemu dengan keluarganya. Beberapa hari sebelum berangkat ke London, laki-laki tersebut duduk dengan temannya di depan toko penjual daging. Ia melihat seorang perempuan tua yang sedang memunguti pecahan tulang dan serpihan daging. Melihat kejadian aneh tersebut, laki-laki itu pergi menemui perempuan tua dan bertanya tentang apa yang dilakukannya. Perempuan tua menjawab, “Suamiku telah meninggal, dan aku harus menghidupi enam orang anak perempuan. Sudah berbulan-bulan mereka tidak pernah merasakan makan daging.”

Mendengar perkataan perempuan tersebut, laki-laki itu merasa sedih sekali. Kemudian, ia berkata kepada penjual daging, “Berikan kepada perempuan ini daging setiap pekan sesuai dengan yang ia butuhkan.”

Setelah mendengar apa yang dikatakan laki-laki itu, perempuan tua langsung mengangkat tangannya dan berdoa dengan penuh keikhlasan untuk si laki-laki.

Laki-laki tersebut pulang kerumahnya dan merasakan kebahagiaan yang luar biasa dan kekuatan di badannya, sampai ia berpikir untuk tidak pergi ke London. Akan tetapi, istri dan anak-anaknya memaksa agar ia tetap pergi ke London dan menjalani operasi jantung di sana.

BACA JUGA: SEHELAI RAMBUTMU LEBIH MULIA DARIPADA JUBAH ULAMA

Setelah sampai di London, sebelum operasi dilakukan laki-laki itu diperiksa ulang. Hasilnya, ternyata penyakitnya telah sembuh tanpa harus dioperasi. Mendengar kenyataan tersebut, laki-laki itu menangis tanpa bisa ia tahan seraya berkata, “Sungguh, aku telah beruntung berjual beli dengan Rabb-ku.”

Benar! Laki laki ini telah berjual beli dengan Rabb-Nya. Berjual beli dengan kebaikan yang telah ia lakukan. Maka, Allah langsung memberikan keuntungan kepadanya tanpa menundanya! Perdagangan yang tidak pernah merugi di dunia dan akhirat! Dengannya pula mendapat keridhaan-Nya!

 

Sumber: Ibnu Basyar, Menjadi bijak dan bijaksana; jilid I, Depok; Gema Insani, 2016. Hal. 135.

Sharing Sosial Media

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *